MANFAAT KATALOG DARI DULU HINGGA SEKARANG
GEDE RAI HRIDYANANDA
1712312002
PROGRAM STUDI D3 PERPUSTAKAAN FISIP UNIVERSITAS UDAYANA
ABSTRAK
Tujuan dari pembuatan paper
ini adalah guna untuk mengetahui Informasi manfaat pengkatalogan yang dari dulu
hingga saat ini. Paper ini akan meberikan pengetahuan mengenai manfaat katalog
dari berbagai sumber informasi yang didapatkan karena berhubungan dengan
kurangnya wawasan terhadap informasi atau wawasan terhadap hal ini bagaimanakah
Manfaat katalog yang dulu hingga katalog masa kini dan sampai sekarang system katalog
masih tetap digunakan sebagai media pembelajaran . dalam hal ini informasi
mengenai manfaat dapat diketahui setelah membaca paper dibawah sehingga dapat
berguna dan bermanfaat guna untuk menambah wawasan lebih dalam tentang Ilmu
Perpustakaan dalam hal Katalogisasi yang sebenarnya bukan hanya sekedar mempelajari materi yang
sudah ada dan tertera.
Kata kunci : Manfaat, Katalog, Dulu,
Kini,
Perpustakaan
Latar
Belakang
Perpustakaan
adalah sebuah ruangan, bagian sebuah gedung, ataupun gedung itu sendiri yang
digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya yang biasanya disimpan
menurut tat susunan tertentu untuk digunakan pembaca, bukan untuk dijual.
Di dalam perpustakaan terdapat banyak buku
yang berbeda beda, dan tentunya jika terdapat banyak bahan buku dan non buku
akan dapat menguras waktu yang banyak untuk mengolah bahan pustaka tersebut.
Maka terciptalah system katalogisasi dalam perpustakaan.
Sebagai penyedia informasi perpustakaan
dituntut untuk mampu melayani pemustaka (user) dengan waktu yang
relatif cepat untuk memberikan kepuasan layanan bagi pemustaka (user). Dengan
memperhatikan jumlah koleksi di perpustakaan yang begitu banyak dan dengan
bentuk yang berbeda pula serta tuntutan dari pemustaka (user)yang
menginginkan efisiensi waktu yang relatif cepat, maka perpustakaan membutuhkan
suatu sistem temu kembali informasi (retrieval system) yang akan
memudahkan para pemustaka (user) dan juga pengelola informasi
(Pustakawan) dalam menemukan kembali informasi yang dibutuhkan. Sistem temu
kembali (retrieval system) tersebut salah satunya adalah dengan
menggunakan alat temu kembali (retrieval tool) yang berupa katalog atau
indeks yang akan membantu pemustaka (user) dan juga pengelola (Pustakawan)
untuk dapat menemukan koleksi atau informasi yang dibutuhkan.
katalog merupakan daftar dari koleksi perpustakaan
atau beberapa perpustakaan yang disusun secara sistematis, sehingga
memungkinkan pengguna perpustakaan dapat mengetahui dengan mudah koleksi apa
yang dimiliki oleh perpustakaan dan dimana koleksi tersebut dapat ditemukan.
Pengertian Katalogisasi
Katalog berasal dari bahasa
latin “catalogus” yang berarti daftar, dalam pengertian umum katalog
diartikan sebagai daftar nama-nama, judul dan barang-barang. Dalam sejarah
kepustakawanan, katalogisasi atau pengkatalogan (cataloguing, catalogieseren)
merupakan keterampilan yang sudah dimiliki sejak berabad-abad lamanya, sebagai
senarai inventaris.
Dalam dunia perpustakaan katalog diartikan
sebagai daftar berbagai jenis koleksi, dapat berupa buku yang dibuat
menurut sistem atau cara tertentu yang dapat memudahkan kita untuk mencari
informasi atau bahan pustaka , secara alfabetis maupun secara sistematis untuk
memudahkan penemuan kembali bahan pustaka yang dibutuhkan pemustaka atau pengguna perpustakaan maupun
oleh petugas perpustakaan.
Menurut kamus besar bahasa Indonesia (2001)
: katalog merupakan secarik kartu, daftar atau buku yang memuat nama benda atau
informasi tertentu yang ingin disampaikan, disusun secara berurutan, teratur
dan alfabetis: kartu membantu memudahkan orang mencari buku di perpustakaan;
berkas katalog yang dibuat pada slip kertas yang diikat di jilid berkas untuk
memungkinkan adanya penyisipan bahan baru yang tepat susunannya. Katalog
juga merupakan visualisasi dari fisik sebuah dokumen. Hasil pokok dari kegiatan
katalogisasi adalah penyusunan dari bahan pustaka dan pemeliharaan katalog yang
memberikan akses utama kepada koleksi.
Katalog perpustakaan adalah daftar semua
bahan pustaka (buku, majalah, kartografi, kaset, keping CD dan
lain-lain) yang ada di perpustakaan dengan dilengkapi oleh semua cantuman
bibliografis sesuai dengan sistem yang telah ditentukan pada katalog untuk
semua jenis bahan pustaka yang dimiliki perpustakaan. Hal ini diharapkan dapat
membantu Pemustaka (user) maupun Pengelola (Pustakawan) untuk
menemukan kembali bahan pustaka yang diperlukan dengan cepat dan tepat.
Katalogisasi atau
pengatalogan adalah proses pembuatan katalog dimana dalam katalog dicantumkan
data penting yang terkandung dalam bahan pustaka, baik ciri fisik maupun isi
intelektual, seperti nama pengarang, judul buku, penerbit dan subyek. Jadi
katalogisasi adalah proses pengambilan keputusan yang menuntut kemampuan
mengintepretasikan dan menerapkan berbagai standar sehingga hal-hal penting
dari bahan pustaka terekam menjadi katalog.
Pengatalogan adalah kegiatan menyiapkan pembuatan wakil ringkas dokumen (condensed representations) atau katalog, untuk digunakan sebagai sarana temu kembali, agar dokumen yang dicari dapat ditemukan dengan cepat dan tepat.
Pengatalogan adalah kegiatan menyiapkan pembuatan wakil ringkas dokumen (condensed representations) atau katalog, untuk digunakan sebagai sarana temu kembali, agar dokumen yang dicari dapat ditemukan dengan cepat dan tepat.
Tujuan Dan Fungsi Katalogisai
a. Tujuan
Katalogisasi
· Memungkinkan
seorang menemukan sebuah buku yang diketahui pengarangnya,
judulnya atau subjeknya.
· Menunjukan
buku yang dimiliki perpustakann oleh pengarang tertentu, berdasarkan subjek
tertentu dan dalam jenis literatur tertentu.
· Membantu
dalam pemilihan buku berdasarkan edisinya dan berdasarkan karakternya (sastra
ataukah berdasarkan topik).
b. Fungsi
Katalogisasi
· Katalog
berfungsi sebagai alat komunikasi yang menginformasikan koleksi yang dimiliki
oleh suatu perpustakaan.
· Katalog
berfungsi sebagai wakil koleksi.
Bentuk Fisik Katalog
Bentuk katalog yang
digunakan di perpustakaan mengalami perubahan-perubahan atau
perkembangan-perkembangan dari masa ke masa. Perkembangan katalog
terlihat dari bentuk fisiknya yang dapat dikelompokkan :
1. Katalog berbentuk buku (book catalog)
Katalog berbentuk buku, katalog tersebut
sering juga disebut katalog tercetak (printed catalog). Keuntungan
dari katalog berbentuk buku adalah dapat dicetak sesuai dengan kebutuhan, dapat
diletakkan pada berbagai tempat, dan mudah disebarluaskan ke perpustakaan lain.
Kelebihan dari katalog buku ini adalah entri
pada katalog berbentuk buku dapat ditemukan dengan cepat, mudah menyimpannya,
mudah menanganinya, bentuknya ringkas dan rapi.
Kelemahan dari katalog/indeks berbentuk buku
adalah cepat usang atau ketinggalan jaman. Hal itu terjadi karena
setiap kali perpustakaan memperoleh buku baru, berarti katalog sebelumnya harus
diperbaharui kembali, atau setidak-tidaknya membuat suplemen. Dengan
demikian, katalog berbentuk buku ini tidak luwes. Biaya pembuatan
berbentuk buku cenderung lebih mahal, karena bentuk dan jumlah cantumannya
sering berubah, katalog berbentuk buku cenderung ditinggalkan oleh perpustakaan
dan beralih ke katalog kartu.
2. Katalog Kartu (card catalog)
Bentuk katalog kartu masih banyak digunakan
di perpustakaan hingga saat ini. Keuntungan dari katalog kartu ialah
bersifat praktis, sehingga setiap kali penambahan buku baru di perpustakaan
tidak akan menimbulkan masalah, karena entri baru dapat disisipkan pada jajaran
kartu yang ada.
Penggunaan katalog kartu tidak dipengaruhi
faktor luar, misalnya terputusnya aliran listrik, dan kemungkinan rusak sangat
kecil terkecuali jika perpustakaan terbakar. Kelemahannya ialah satu laci
katalog hanya menyimpan satu jenis entri saja, sehinggaPemustaka (user) sering
harus antri menggunakannya jika berada pada jumlah yang besar, karena harus
memilah-milah jajaran kartu sesuai urutan indeksnya
Katalog berbentuk kartu telah lama
digunakan di perpustakaan, katalog tersebut disimpan pada laci-laci katalog,
katalog tersebut terbagi dengan berbagai susunan yang digolongkan dalam 3
golongan besar yaitu :
a. Katalog abjad.
Yaitu katalog yang disusun berdasarkan urutan
abjad dari nama pengarang, subjek dan judul dalam satu urutan secara alfabetis.
Katalog terdiri dari beberapa jenis, yaitu
1. Katalog Pengarang
Digunakan jika buku yang akan kita cari hanya
diketahui nama pengarangnya. Atau ingin mengetahui pengarang tertentu telah
mengarang buku apa saja. Katalog pengarang disusun sistematis berdasarkan nama
pengarang suatu karya di dalam kabinet katalog. Penulisan nama pengarang adalah
dengan cara menuliskan terlebih dahulu nama keluarga.
2. Katalog
Judul
Digunakan jika buku yang akan kita cari hanya
diketahui judul bukunya. Atau ingin mengetahui judul buku tertentu
yang sama telah dikarang oleh pengarang mana saja. Katalog judul disusun
secara sistematis berdasarkan judul dalam kabinet katalog. Melalui katalog
judul dapat diketahui judul-judul buku yang sama, yang dikarang oleh pengarang
yang berbeda.
b. Katalog leksikal (directionary
catalogue)
Digunakan bila kita ingin
mengetahui berbagai buku yang membahas subyek yang sama, biasanya sering
digunakan dalam mengumpulkan bahan pustaka untuk kepentingan pembuatan
penelitian, makalah dsb. yang membahas suatu subyek tertentu. Melalui
katalog subyek akan diketahui karya-karya yang dikarang oleh berbagai
pengarang dengan judul yang berbeda-beda tetapi memiliki pokok bahsan yang
sama.
c. Katalog terbagi atau susunan
terpisah (divided catalogue).
Yaitu katalog yang sebelumnya dibagi
berdasarkan : Subjek, Pengarang, dan Judul. Masing-masing kelompok
kemudian disusun berdasarkan abjad (secara alfabetis).
d. Katalog (Classed catalog atau classified
catalogue)
Yaitu katalog subjek yang disusun menurut
suatu urutan nomor klasifikasi.
3. Katalog berbentuk mikro (microform
catalog)
Katalog bentuk mikro atau computer output
microform (COM). COM dibuat pada salah satu bentuk mikrofilm atau
mikrofis. Katalog mikro lebih murah dibanding dengan katalog berbentuk
buku dan terbukti bahwa biaya pemeliharaannya lebih murah dari pada katalog
kartu. Bentuknya ringkas dan mudah menyimpannya.
4. Katalog komputer terpasang (online
computer catalog) (Taylor 1992, 8).
Katalog komputer terpasang (online
computer catalog) sering disebut dengan Online Public Access Catalogue
(OPAC), yaitu bentuk katalog terbaru yang telah digunakan pada sejumlah
perpustakaan tertentu. OPAC menjadi pilihan bentuk katalog yang digunakan
diberbagai perpustakaan. Dari berbagai bentuk fisik katalog yang telah
digunakan di perpustakaan, OPAC dianggap paling luwes (flexible) dan
paling mutakhir (Taylor 1992). Program aplikasi yang digunakan di
perpustakaan, seperti CDS/ISIS, Inmagic, VTLS, Dynix, Tinlib, dan lain-lain.
Katalog OPAC mempunyai banyak keuntungan,
diantaranya adalah :
· Penelusuran
informasi dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.
· Penelusuran
dapat dilakukan secara bersama-sama tanpa saling mengganggu
· Jajaran
tertentu tidak perlu di-file
· Penelusuran
dapat dilakukan dari berbagai pendekatan sekaligus
· Rekaman
bibliografi yang dimasukkan ke dalam entri katalog tidak terbatas
Prosedur Pengkatalogisasi
Kegiatan pengatalogan
secara garis besar dapat dibagi ke dalam dua kegiatan:
1. Pengatalogan deskriptif, yang bertumpu pada fisik bahan pustaka (judul, pengarang, jumlah halaman, dll), kegiatannya berupa membuat deskripsi bibliografi, menentukan tajuk entri utama dan tambahan, pedomannya antara lain AACR dan ISBD.
1. Pengatalogan deskriptif, yang bertumpu pada fisik bahan pustaka (judul, pengarang, jumlah halaman, dll), kegiatannya berupa membuat deskripsi bibliografi, menentukan tajuk entri utama dan tambahan, pedomannya antara lain AACR dan ISBD.
2. Pengindeksan subyek, yang berdasar pada
isi bahan pustaka (subyek atau topik yang dibahas), mengadakan analisis
subyek dan menentukan notasi klasifikasi, pedomannya antara lain bagan
klasifikasi, daftar tajuk subyek dan tesaurus. Kedua kegiatan ini menghasilkan
cantuman bibliografi atau sering disebut katalog yang merupakan wakil ringkas
bahan pustaka.
Sistem katalog dibedakan dari susunannya dalam laci katalog, yang terdiri dari:
Sistem katalog dibedakan dari susunannya dalam laci katalog, yang terdiri dari:
1) Sistem katalog abjad,
- Katalog susunan abjad terpisah
a. Katalog pengarang (author catalog)
b. Katalog judul (title catalog)
c. Katalog subyek (subject catalog)
d. Katalog susunan ensiklopedi atau kamus (dictionary
catalog)
yaitu
catalog yang disusun menurut abjad pengarang, judul dan subyek dalam satu
susunan.
2) Sistem katalog klasifikasi (classified
catalog)
Merupakan suatu sistem katalog yang disusun
menurut suatu bagian klasifikasi tertentu., terdiri dari tiga susunan yaitu:
a. Katalog pengarang judul disusun menurut
abjad.
b. Katalog subyek disusun menurut urutan
nomor-nomor klasifikasi tertentu.
Indek subyek yang menunjukkan notasi
klasifikasi tertentu untuk suatu subyek, umumnya disusun menurut abjad.
Unsur-unsur yang terdapat dalam sebuah
catalog Nama pengarang atau yang dianggap sebagai pengarang Judul buku Judul
tambahan Imprint (impressum) untuk menyatakan kota penerbit, penerbit
dan tahun terbit;
Kolasi untuk menyatakan jumlah halaman
keterangan lain dan ukuran buku;
Nomor seri bila buku itu mempunyai nomor seri; Anotasi yang merupakan catatan; Tanda buku (call number).
Nomor seri bila buku itu mempunyai nomor seri; Anotasi yang merupakan catatan; Tanda buku (call number).
Manfaat Katalog
Kita ketahui bahwa katalog banyak kita temukan didalam kehidupan
sehari-hari seperti Brosur yang ada di Supermarket. Kebanyakan katalog yang
kita temukan kebanyakan katalog yang bersifat tercetak misalnya katalog
baju-baju, farfum, barang-barang furniture, makanan, minuman dan lain-lain.
Katalog sudah ada dan digunakan dari dulu dan katalog sangat bermanfaat dan
berguna untuk memudahkan pengguna untuk menemukan informasi . Katalog diluar
dari ruang lingkup perpustakaan memiliki manfaat agar konsumen lebih mengetahui
produk-produk yang dijual dari berbagai usaha-usaha yang ada. Dalam hal ini
katalog juga bisa menghemat banyak waktu karena system katalogisasi sudah
tersusun dengan rapi.
Jika sekarang kita
bahas manfaat katalog dalam ruang lingkup perpustakaan dari masa yang dulu
hingga manfaat masa yang kini tentu semakin membantu manusia dalam hal
pencarian buku-buku didalam perpustakaan. Seperti kita ketahui katalog seiring
berkembangannya teknologi infomasi semakin maju. Manfaat katalog secara umum
adalah membantu manusia dalam pencarian buku-buku atau koleksi buku. Katalog
berbentuk buku telah lama digunakan di perpustakaan, katalog tersebut sering
juga disebut katalog tercetak (printed catalog). Keuntungan dari katalog
berbentuk buku ialah dapat dicetak sesuai dengan kebutuhan, dapat diletakkan
pada berbagai tempat, dan mudah disebarluaskan ke perpustakaan lain. Entri pada
katalog berbentuk buku dapat ditemukan dengan cepat, mudah menyimpannya, mudah
menanganinya, bentuknya ringkas dan rapi.
Kelemahan dari katalog berbentuk buku ialah cepat rusak atau ketinggalan
jaman. Hal itu terjadi karena setiap kali perpustakaan memperoleh buku baru,
berarti katalog sebelumnya harus diperbaharui kembali. Dengan demikian, katalog
berbentuk buku ini tidak efektif. Biaya pembuatan katalog berbentuk buku
cenderung lebih mahal, karena bentuk dan jumlah cantumannya sering berubah.
Karena biaya membuat katalog berbentuk buku cenderung mahal, dan cepat usang,
maka perpustakaan meninggalkannya dan kemudian secara bertahap beralih kebentuk
katalog yang lain, terutama katalog kartu.
Katalog kartu adalah
bentuk katalog perpustakaan yang semua deskripsi bibliografinya dicatat pada
kartu berukuran 7.5 x 12.5 cm. Katalog kartu disusun secara sistematis pada
laci katalog. Katalog kartu masih banyak digunakan pada berbagai jenis
perpustakaan di Indonesia hingga saat ini. Keuntungan dari katalog kartu ialah
bersifat praktis, sehingga setiap kali penambahan buku baru di perpustakaan
tidak akan menimbulkan masalah, karena entri baru dapat disisipkan pada jajaran
kartu yang ada. Penggunaan katalog kartu tidak dipengaruhi faktor luar,
misalnya terputusnya aliran listrik, dan kemungkinan rusak sangat kecil
terkecuali jika perpustakaan terbakar. Kelemahannya ialah satu laci katalog
hanya menyimpan satu jenis entri saja, sehingga pengguna sering harus antri
menggunakannya, terutama bila melakukan penelusuran melalui entri yang sama.
Sulit menggunakannya jika berada pada jumlah yang besar, karena harus
memilah-milah jajaran kartu sesuai urutan indeksnya.
Katalog online adalah katalog yang data
bibliografinya disimpan dalam database komputer. Untuk membuat katalog online
dibutuhkan perangkat komputer dan program aplikasi tertentu karena pemanggilan
data dilakukan dengan menggunakan bahasa komputer. Contoh : Online Public
Access Catalogue (OPAC). Penelusuran dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan
sekaligus, misalnya melalui judul, subjek, dan sebagainya yaitu dengan
menggunakan penelusuran boolean logic. Katalog online yang semakin mempermudah
kegiatan temu kembali (retrieval) bahan pustaka di perpustakaan. Contohnya
adalah Online Public Access Catalogue
(OPAC). OPAC merupakan sistem pengkatalogan berbasis komputer yang
memiliki pengaruh besar sejak tahun 1980-an. OPAC menyediakan sarana
penelusuran yang mandiri bagi pengguna perpustakaan karena dapat diakses dimana
saja dan kapan saja, tanpa harus mengunjungi perpustakaan terlebih dahulu
dengan menggunakan jaringan LAN, atau WAN.
Keuntungan lain dari adanya katalog online adalah penelusuran informasi
dapat dilakukan dengan cepat, tepat dan kapasitas besar yang memungkinkan input
banyak muatan data bibliografis, penelusuran dapat dilakukan oleh banyak
pengguna perpustakaan dalam waktu yang bersamaan tanpa saling mengganggu dan
tidak sampai terjadi kerumunan atau antrian sebagaimana mungkin terjadi pada
katalog manual, tidak perlu penjajaran tertentu sebagaimana katalog manual,
data bibliografis yang dapat dimasukkan ke dalam entri katalog tidak terbatas.
Apabila OPAC terhubung dengan sistem sirkulasi maka dapat diketahui apakah
koleksi tersebut berada di rak ataukah sedang dipinjam oleh seorang pengguna
perpustakaan. Adanya katalog online memungkinkan terselenggaranya kerjasama
dengan perpustakaan lain sehingga dapat perpustakaan dapat menyediakan koleksi
yang lebih beragam dalam memenuhi kebutuhan informasi dari penggunanya. Yang
perlu diperhatikan dalam pembuatan OPAC adalah user interface disesuaikan
dengan karakteristik pengguna, meliputi penempatan menu yang user friendly,
pemilihan kata kunci dalam penelusuran juga akan mempengaruhi ketepatan hasil
penelusuran dengan kebutuhan informasi pengguna perpustakaan. Dan berikut
adalah manfaat Katalog yang dimana perkembangan katalog yang dulu dan kini
sama-sama memiliki manfaat yang sama namun seiring perkembangan zaman bentuk
katalog pepustakaan itu sendiri lebih di modernkan.
1. Sebagai sarana untuk mengetahui
buku-buku apa saja yang ada pada satu atau beberapa perpustakaan:
· Yang ditulis oleh
pengarang tertentu
· Dengan judul tertentu
· Mengenai subjek tertentu
2. Untuk mengetahui buku-buku
apa saja yang ada di suatu perpustakaan lain.
3. Untuk mengetahui buku-buku
apa saja yang ada di pasaran agar dibeli.
4. Untuk mengetahui buku-buku
apa saja yang ada dan diterbitkan di dalam suatu negara.
5. Sebagai sarana pemilihan
koleksi untuk perpustakaan.
6. Sebagai sarana promosi buku
bagi toko buku/penerbit.
Kesimpulan
Katalogisasi merupakan system yang mudah
digunakan untuk pemustaka maupun petugas, tetapi disamping itu ada kelemahan
tersendiri dari system katalog tersebut diantara lainnya adalah Informasi
yang disampaikan sangat banyak sehingga memberi kesan tebal serta Begitu banyak
informasi yang disampaikan sehingga tidak semua terbaca. Dalam hal ini juga dapat
disimpulkan bahwa system katalog perlu untuk terus dikembangkan Karena system ini
sangat efisien dan menghemat waktu untuk menemukan informasi apalagi kita
sebagai calon pustakawan akan sangat bermafaat kemudiannya pada system katalog
yang ada di Perpustakaan. Inti dari pembuatan paper ini adalah untuk mengetahui
manfaat katalog dari dulu hingga sekarang , dapat disimpulkan disini bahwa manfaat
system katalog dulu hampir sama dengan system katalog di era jaman sekarang,
hanya saja katalog pada jaman sekarang dapat dibilang modern karena berbasis
digital yang dapat diakses melalui gadget.
DAFTAR PUSTAKA
Pawit
Yusuf M dan Yahya Suhendra. 2010. Pedoman Penyelenggaraan Perpustaka-an
Sekolah:
Jakarta. Kencana Prenada Media Group.
Jakarta. Kencana Prenada Media Group.
http://adipustakawan.blogspot.com/2013/05/pengertian-katalog-dan-katalogisasi_4235.html (di akses pada 20
oktober 2013 )
http://liliesre.wordpress.com/2012/09/26/pengertian-katalogisasi/ (di akses pada 20
oktober 2013)
0 Comments:
Posting Komentar