Rabu, 27 September 2017

Kurangnya Pemerataan Guru di Indonesia


Halo, Kali ini saya akan mereview video tentang Kurangnya pemerataaan Guru di Indonesia khususnya di daerah terpencil.      


     Masalah pendidikan di Indonesia yang tidak kalah penting untuk dipikirkan solusinya yaitu tentang pemerataan dan penataan jumlah guru yang masih terjadi kesenjangan,  khususnya antara jumlah guru yang berada di daerah kota dengan daerah desa bahkan di daerah terpencil. Ironisnya, di daerah desa atau di daerah terpencil  masih banyak sekolah yang masih kekurangan guru. Tak jarang satu guru harus mengajar lebih dari satu mata pelajaran. Padahal, itu tidak diperbolehkan karena menyangkut tentang keprofesionalan sebagai guru. Tetapi tidak dapat disalahkan juga, mungkin itu terjadi karena keadaan yang menuntut mereka seperti itu. Kekurangan guru di pedesaan mencapai 33% , sedangkan di daerah  terpencil sudah mencapai 77% , hal ini sangat berbanding balik dengan kurangnya tenaga guru yang ada  di perkotaan yang hanya mencapai 22% saja.

Mungkin ini pekerjaan rumah untuk pemerintah bagaimana caranya agar pemerataan guru di Indonesia bisa terwujud, tetapi sepertinya upaya-upaya yang dilakukan pemerintah belum optimal dan belum terlihat hasilnya. Terbukti dengan masih adanya penumpukan guru di sekolah-sekolah kota padahal sekolah lain justru kekurangan guru. Tetapi kita tidak dapat menyalahkan pemerintah sepenuhnya tentang masalah ini toh pemerintah sudah berupaya.  Banyak faktor yang menyebabkan penumpukan guru di kota, mungkin salah satu faktornya yaitu dari guru dan pemerintah itu sendiri. Kebanyakan guru memilih mengajar di kota karena fasilitasnya lebih lengkap, strategis secara letaknya dibanding dengan sekolah yang ada di daerah desa atau terpencil selain fasilitas kurang dan letaknya kurang strategis, guru kadang kurang perhatian dari pemerintah pusat.


Keinginan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) untuk melakukan pemerataan guru di seluruh Indonesia  juga terganjal otonomi daerah (otoda) yang dimiliki. Pemerintah sebenarnya sudah mengajukan usulan penambahan guru ke pemerintah daerah yang kekurangan. Namun ada juga pemerintah daerah yang langsung mengajukan permintaan ke pusat. Maka dari itu harus ada kesepakatan terlebih dulu dengan pemerintah daerah. Karena, di era otonomi daerah seperti ini Kemendiknas tidak dapat melakukan apapun untuk menempatkan guru tanpa persetujuan pemerintah daerah. Kalau dipaksakan, maka guru yang diperbantukan akan kabur kembali ke daerah asal karena tidak nyaman. Usaha pemerintah untuk menarik minat guru mengajar di daerah terpencil yaitu dengan memberikan tunjangan khusus. Tunjangan ini diberikan sejak 2007 lalu untuk 20.000 guru. Jumlah itu sama dengan 2008. Sementara pada 2009 ada 30.000 guru yang mendapatkan tunjangan. Akan tetapi yang terserap hanya 26.000 guru karena harus memenuhi persyaratan yakni tinggal selama satu tahun di daerah yang dimaksud.Pemberian tunjangan ini  sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No 41 tahun 2009 tentang Tunjangan Khusus dan Profesi jumlahnya mencapai satu kali gaji pokok. Gaji pokok, dalam APBNP 2010 diusulkan naik menjadi Rp2,2 juta naik dari tahun lalu yang mencapai Rp 1.3 juta per guru.
Share:

12 komentar:

  1. Menurut saya, banyak orang yang bercita-cita sebagai guru. Mudah-mudahan yang bercita-cita ingin menjadi guru juga terpanggil berkeinginan kedepannya mengajar di daerah terpencil agar anak-anak yang berada disana tidak mengalami jauh atau banyak ketinggalan seperti sekarang ini. Nice work Nan!!

    BalasHapus
  2. Mengabdi pada negara artinya siap untuk di tempatkan dimana saja untuk bekerja. Guru memang sangat minim di daerah terpencil, karena faktor jarak ynag cukup jauh dari kota. Tetapi seharusnya jika sudah dari diri kita memang ingin mengabdi kepada negara mestinya menerima apa saja yang diperintahan oleh pemerintah. Pemerintah harus secara tegas memberikan sanki kepada guru yang tidak mau di tugaskan di daerah terpencil.

    BalasHapus
  3. Seharusnya pemerintah menyamakan fasilitas di daerah terpencil atau daerah perkotaan . Karen kebanyakan guru memilih mengajar di kota karena fasilitasnya lebih lengkap, strategis secara letaknya dibanding dengan sekolah yang ada di daerah desa atau terpencil selain fasilitas kurang dan letaknya kurang strategis, guru kadang kurang perhatian dari pemerintah pusat :)

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. Guru merupakan pekerjaan yang mulia mendidik anak anak bangsa untuk masa depan, tapi sangat di sayangkan kurangnya guru di daerah terpencil itu dikarenakan lebih banyak guru memilih untuk bekerja di perkotaan karena memiliki fasilitas yang memadai dan jarak yang mungkin tidak jauh dan bisa di akses dengan kendaraan. Seharusnya seperti pekerjaannya yaitu mendidik anak anak bangsa .di harapkan memiliki kesadaran tersendiri untuk membangun negeri menjadi lebih baik dengan mendidik generasi generasi baru

    BalasHapus
  6. Guru seharusnya mau ditempatkan dimana saja, karena diawal mereka menjadi guru mereka sudah mengucap sumpah atau janji akan bersedia ditempatkan dimana saja. Maka dari itu pemerintah harus tegas memperhatikan hal ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apa daya tipikal orang Indonesia yang hanya mengumbar-ngumbar janji :))

      Hapus
  7. Mungkin guru yg akan di tempatkan di daerah terpencil tidak bersedia karena susahnya akses menuju ke lokasi dan jauh dari keluarga

    BalasHapus
  8. Pekerjaan sebagai seorang guru murupakan pekerjaan yang mulia mendidik anak-anak bangsa agar dapat menjadi penurus generasi mudah yang baik, namum kurang nya tenaga pengajar didaerah terpencil menjadi masalhnya tenaga pengajar lebih memilih mengajar diperkotaan dengan alasan fasiltas lebih nyaman dan akses menuju kesna lebih mudah hal ini harus mendapatkan perhatian dri pemerintah tentang pemerataan tenaga pengajar dan tenaga pengajar harus mempunyai kesadaran akan pentingnya meraka bagi anak-anak didaerah terpencil untuk mendapatkan pendidikan

    BalasHapus
  9. Pemerintah seharusnya meratakan gaji untuk seluruh guru di Indonesia bila mana hanya guru di perkotaan saja yang bergaji tinggi jika di bandingkan dengan di daerah terpencil yang bergaji rendah para guru juga akan berfikir 2x untuk mau mengajar di daerah terpencil. Menurut saya ini yang menyebabkan kurangnya pemerataan guru di indonesia

    BalasHapus
  10. Kurang meratanya pendidikan di Indonesia menjadi suatu masalah klasik yang hingga kini belum ada langkah-langkah strategis dari pemerintah untuk menanganinya

    BalasHapus
  11. Menurut saya, faktor terjadinya kelangkaan guru di desa terpencil itu dikarenakan fasilitas serta lingkungan yang ada disana. jadi menurut saya agar guru yang ditempatkan disana dapat bertahan lebih lama, maka fasilitas yang ada di desa tersebut harus lengkap, serta kebijakan yang ada pada saat ini yaitu membangun desa-desa kecil agar segera terealisasi. Sehingga tidak terjadi lagi penumpukan guru di daerah perkotaan.

    BalasHapus